Senin, 10 Maret 2014


TUGAS PRAKTIKUM PENDIDIKAN IPA
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)









Disususn oleh :
Nama        : Filly Noviana
NIM           : 12312241003
Prodi          : Pendidikan IPA


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2013



Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Satuan Pendidikan   : Sekolah Menengah Pertama
Mata Pelajaran         : IPA
Kelas/Semester         : VIII/ 2
Topik                        : Struktur bumi
Sub Topik                 : Stuktur bumi kaitannya dengan fenomena gempa bumi dan gunung api , serta cara mengurangi resiko bencana
Alokasi Waktu         : 4 x 40 menit (2 kali tatap muka)

A.  KOMPETENSI INTI
1.      Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2.      Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3.      Memahami dan menerapkan pengetahuan (factual, konseptual, dan procedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata.
4.      Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B.     KOMPETENSI DASAR
1.1    Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
1.2    Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakan.
2.1  Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari.
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan.
2.3   Menunjukkan perilaku bijaksana dan bertanggung jawab dalam aktivitas sehari-hari.
2.4   Menunjukkan penghargaan kepada orang lain dalam aktivitas sehari-hari.
3.12 Mendeskripsikan stuktur bumi untuk menjelaskan fenomena gempa bumi dan gunung api, serta tindakan yang diperlukan untuk  mengurangi resiko bencana.
4.10  Menyajikan informasi berdasarkan pengolahan data fenomena gempa bumi dan gunung api di Indonesia

C.  INDIKATOR
1.      Kognitif
a.       Produk
1.      Mendeskripsikan stuktur bumi
2.      Menjelaskan bagian-bagian dari struktur bumi
3.      Menjelaskan fenomena gempa bumi dan gunung api di Indonesia
4.      Menyebutkan serta menjelaskan jenis gempa
5.      Menjelaskan hubungan antara stuktur bumi dengan fenomena gempa bumi dan gunung api
6.      Menjelaskan tindakan yang diperlukan untuk mengurangi resiko bencana
b. Proses
1.    Siswa dapat mengolah dan menyajikan data mengenai struktur bumi , fenomena gempa bumi dan gunung api
2.     Siswa dapat menyebutkan serta membuat replika struktur lapisan bumi
3.    Siswa dapat menyimpulkan hasil percobaan pembuatan replika struktur bumi
4.     Siswa dapat melakukan percobaan menentukan dan membuat titik lokasi gempa bumi
5.    Siswa dapat menyebutkan istilah-istilah yang ada pada materi gempa bumi
6.    Siswa dapat menyimpulkan hasil percobaan penentuan titik gempa
7.    Siswa dapat melakukan percobaan simulasi Gunung api
8.    Siswa dapat membuat produk simulasi letusan gunung api
9.     Siswa dapat menjelaskan reaksi yang terjadi pada percobaan simulasi gunung api
10.    Siswa dapat menjelaskan simulasi letusan gunung api yang terjadi pada kehidupa sesungguhnya
11.          Siswa dapat menyimpulkan hasil percobaan simulasi letusan gunung api


2.      Psikomotorik
a. Siswa mampu menyajikan informasi berdasarkan pengolahan data mengenai fenomena gempa bumi dan gunung api
b. Siswa mampu bertindak untuk mengurangi resiko bencana alam
c. Siswa mampu membuat dan mendisain replika struktur lapisan bumi
d. Siswa mampu menentukan titik lokasi gempa bumi
e. Siswa mampu membuat simulasi letusan gunung api

3.      Afektif
a.   Mengembangkan perilaku berkarakter,  meliputi: jujur, mandiri, dan tanggung jawab.
b.   Mengembangkan keterampilan sosial, meliputi: bertanya, meyumbang ide, menjadi pendengar yang baik, kerjasama dan berkomunikasi.

D.  TUJUAN PEMBELAJARAN
1.    Siswa mampu mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
2.    Siswa mampu menjelaskan fenomena gempa bumi dan gunung api di Indonesia.
3.    Siswa mampu mendeskripsikan Stuktur Bumi.
4.    Siswa mampu menyebutkan serta menjelaskan jenis-jenis gempa bumi.
5.    Siswa mampu menjelaskan  hubungan antara stuktur bumi dengan fenomena gempa bumi dan gunung api
6.    Siswa mampu menjelaskan tindakan yang diperlukan untuk mengurangi resiko bencana
7.    Mengembangkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,kerjasama, peduli, santun, dan saling menghargai pendapat melalui kegiatan diskusi kelompok.






                          
E.  MATERI
Bumi merupakan satu-satuya planet yang dihuni oleh berbagai makhluk hidup. Permukaan bumi terdiri dari daratan dan lautan. Secara struktur, lapisan bumi bumi dibagi menjadi tiga bagian yaitu :






1.      Kerak bumi 
Kerak bumi merupakan bagian terluar (permukaan bumi). Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batuan asam maupun basa. Lapisan ini sebagai tempat tinggal bagi seluruh makhlik hidup. Suhu dibagian bawah kerak bumi mencapai 1100°C. Lapisan kerak bumi dan bagian dibawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan litosfer.
2.      Selimut atau selubung (mantel )
Selimut atau selubung (mantel) merupakan lapisan yang terletak dibawah lapisan kerak bumi. Tebal selumut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat. Suhu dibagian bawah selimut mencapai 3000°           C.
3.      Inti bumi (core)
Inti bumi terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi 90% , nikel 8% , dan lain-lainnya yang terdapata pada kedalaman 2900-5200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisa inti luar tebalnya 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200 °C. inti dalam merupakan pusat bumi berbenuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam terdiri dari nikel yang suhunya mecapai 4.500 °C.
Gempa dapat diartikan sebagai bergetarnya lapisan litosfer dan permukaan bumi karena sebab-sebab tertentu. Kekuatan getaran gempa diukur oleh alat yang disebut Seismometer atau lebih dikenal dengan Seismograf, sedangkan kertas yang berisi rekaman frekuensi dan intensitas gempa dinamakan Seismogram. Cabang ilmu kebumian yang secara khusus mempelajari  kegempaan dinamakanSeismologi. Berdasarkan faktor penyebabnya, gempa dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
·       Gempa tektonik yaitu getaran gempa yang diakibatkan proses tektonik baik lipatan atau patahan muka Bumi sehingga mengakibatkan pergeseran (dislokasi) lapisan-lapisan batuan pembentuk litosfer. Pusat gempa tektonik tersebar di sepanjang zona penyusupan (subduksi) lempeng samudra ke bawah lempeng benua.
·       Gempa vulkanik, yaitu getaran gempa yang menyertai aktivitas gunungapi, baik sebelum maupun pada saat terjadi erupsi.
·       Gempa terban (runtuhan), yaitu gempa yang terjadi akibat runtuhnya massa batuan mengisi ruang yang kosong dalam litosfer. Gempa ini sering terjadi akibat ambruknya gua-gua kapur atau terowongan pertambangan bawah tanah.
Penggolongan gempa juga didasarkan atas karakteristik hiposentrum dan episentrumnya. Hiposentrum (pusat gempa) adalah titik atau garis dalam litosfer yang menjadi tempat terjadinya gempa. Adapun Episentrum adalah titik atau garis di permukaan Bumi sebagai tempat gelombang gempa dirambatkan ke wilayah di sekitarnya. Letak episentrum adalah tegak lurus terhadap hiposentrum.
Titik di bawah tanah, tepat di tempat bebatuan berguncang dan menyebabkan gempa bumi disebut pusat atau hiposentrum. Gerakan bebatuan menyebabkan getaran yang disebut gelombang seismik. Gelombang seismik bergerak sangat cepat ke segala arah dari pusat gempa. Gelombang paling kuat terjadi di titik pada permukaan Bumi yang berada tepat di atas pusat, semakin jauh dari pusat maka  gelombang seimik akan semakin lemah.
Berdasarkan kedalaman hiposentrum dikenal tiga macam gempa, yaitu sebagai berikut. 
1.              Gempa dalam, jika jarak hiposentrumnya berkisar antara 300–700 km dari permukaan bumi.
2.              Gempa pertengahan, jika jarak hiposentrumnya berkisar antara 100-300 km dari permukaan bumi.
3.              Gempa dangkal, jika jarak hiposentrumnya kurang dari 100 km dari permukaan bumi.
Dari hiposentrum (pusat gempa), gelombang seismik dirambatkan ke permukaan bumi berupa gelombang primer (P) dan gelombang sekunder (S). Gelombang primer, yaitu getaran yang kali pertama dirasakan di muka bumi oleh seismograf, sedangkan getaran-getaran yang dirasakan selanjutnya dinamakan gempa sekunder. Setelah sampai ke permukaan bumi, getaran gempa tersebut kemudian dirambatkan ke segala arah dalam bentuk gelombang permukaan dengan cepat rambat antara 3,5–3,9 km/detik.  Gelombang  permukaan inilah yang sering kali menghancurkan wilayah yang dilaluinya. Adapun berdasarkan letak episentrumnya, gempa dibedakan menjadi dua, yaitu gempa yang episentrumnya di darat dan di dasar laut. Ada kalanya gempa di dasar laut dapat mengakibatkan gelombang pasang air laut secara tiba-tiba. Gelombang pasang semacam ini dinamakan Tsunami. Tinggi gelombang laut saat terjadi tsunami dapat mencapai puluhan meter, sehingga dalam waktu sesaat gelombang pasang ini dapat menghancurkan segala sesuatu yang ada di wilayah pantai dan sekitarnya bahkan merenggut jiwa manusia.
Gunung api dan kaitannya dengan stuktur bumi
Gunungapi terbentuk akibat adanya pergerakan lempeng yang terus menekan sejak jutaan tahun lalu hingga sekarang. Pengetahuan tentang gunungapi berawal dari perilaku manusia dan manusia purba yang mempunyai hubungan dekat dengan gunung api. Hal tersebut diketahui dari penemuan fosil manusia di dalam endapan vulkanik dan sebagian besar penemuan fosil itu ditemukan di Afrika dan Indonesia berupa tulang belulang manusia yang terkubur oleh endapan vulkanik.
Gunung api terbentuk pada empat busur, yaitu busur tengah benua, terbentuk akibat pemekaran kerak benua; busur tepi benua, terbentuk akibat penunjaman kerak samudara ke kerak benua, busur tengah samudera, terjadi akibat pemekaran kerak samudera dan busur dasar samudera yang terjadi akibat terobosan magma basa pada penipisan kerak samudera.Pengetahuan tentang tektonik lempeng merupakan pemecahan awal dari teka-teki fenomena alam termasuk deretan pegunungan, benua, gempabumi dan gunungapi. Planet bumi mepunyai banyak cairan dan air di permukaan. Kedua factor tersebut sangat mempengaruhi pembentukan dan komposisi magma serta lokasi dan kejadian gunung api
Beberapa contoh gambar lempengan :
Panas bagian dalam bumi merupakan panas yang dibentuk selama pembentukan bumi sekitar 4,5 miliar tahun lalu, bersamaan dengan panas yang timbul dari unsure radioaktif alami, seperti elemen-elemen isotop K, U dan Th terhadap waktu. Bumi pada saat terbentuk lebih panas, tetapi kemudian mendingin secara berangsur sesuai dengan perkembangan sejarahnya. Pendinginan tersebut terjadi akibat pelepasan panas dan intensitas vulkanisma di permukaan. Perambatan panas dari dalam bumi ke permukaan berupa konveksi, dimana material-material yang terpanaskan pada dasar mantel, kedalaman 2.900 km di bawah muka bumi bergerak menyebar dan menyempit disekitarnya. Pada bagian atas mantel, sekitar 7 35 km di bawah muka bumi, material-material tersebut mendingin dan menjadi padat, kemudian tenggelam lagi ke dalam aliran konveksi tersebut.
Beberapa bentuk gunung di Indonesia sebagai berikut :
Litosfir termasuk juga kerak umumnya mempunyai ketebalan 70 120 km dan terpecah menjadi beberapa fragmen besar yang disebut lempeng tektonik. Lempeng bergerak satu sama lain dan juga menembus ke arah konveksi mantel. Bagian alas litosfir melengser di atas zona lemah bagian atas mantel, yang disebut juga astenosfir. Bagian lemah astenosfir terjadi pada saat atau dekat suhu dimana mulai terjadi pelelehan, kosekuensinya beberapa bagian astenosfir melebur, walaupun sebagian besar masih padat. Kerak benua mempunyai tebal lk. 35 km, berdensiti rendah dan berumur 1 2 miliar tahun, sedangkan kerak samudera lebih tipis (lk. 7 km), lebih padat dan berumur tidak lebih dari 200 juta tahun. Kerak benua posisinya lebih di atas dari pada kerak samudera karena perbedaan berat jenis, dan keduanya mengapung di atas astenosfir.
Pergerakan antar lempeng ini menimbulkan empat busur gunung api berbeda :
1. Pemekaran kerak benua, lempeng bergerak saling menjauh sehingga memberikan kesempatan magma bergerak ke permukaan, kemudian membentuk busur gunungapi tengah samudera.
2. Tumbukan antar kerak, dimana kerak samudera menunjam di bawah kerak benua. Akibat gesekan antar kerak tersebut terjadi peleburan batuan dan lelehan batuan ini bergerak ke permukaan melalui rekahan kemudian membentuk busur gunungapi di tepi benua.
3. Kerak benua menjauh satu sama lain secara horizontal, sehingga menimbulkan rekahan atau patahan. Patahan atau rekahan tersebut menjadi jalan ke permukaan lelehan batuan atau magma sehingga membentuk busur gunungapi tengah benua atau banjir lava sepanjang rekahan.
4. Penipisan kerak samudera akibat pergerakan lempeng memberikan kesempatan bagi magma menerobos ke dasar samudera, terobosan magma ini merupakan banjir lava yang membentuk deretan gunungapi perisai.
Cara menanggulangi bencana
Gempa bumi
Gempa bumi adalah sentakan asli dari bumi yang bersumber didalam bumi, merambat melalui permukaan, dan menembus bumi. Cara yang paling sering dipakai untuk mengukur besar suatu gempa adalah skala richter. Bentuk kerusakan laingkungan akibat gempa :
1.   Rusaknya fasillitas lingkungan
2.   Amblesnya permukaan tanah
3.   Gempa bumi laut menghasilakn tsunami

Cara Mengurangi resiko gempa bumi
1.        Memetakan gempa bumi
2.        Monitoring gempa bumi
3.        Memperkirakan gempa
4.        Penerangan tentang gempa
2.      Mengatasi gempa bumi
Langkah-langkah mengatasinya :
1.         Mengenal daerah rawan gempa
2.         Mengamati perilaku hewan
3.         Memahami tindakan-tindakan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi
4.         Penyelamatan dan pemulihan

Tindakan yang harus dilakukan :
1.         Melakukan evakuasi dan mendirikan tenda-tenda pengungsian bagi korban
2.         Melakukan penyelamatan
3.         Menyediakan bantuan medis
4.         Menyediakan MCK, air, makanan, dan minuman
5.         Menyediakan pendidikan darurat
6.         Melakukan pemulihan psikologis pada korban
7.         Memperbaiki dan membangun kembali gedung, sarana, dan fasilitas lainnya.
Bencana  Gunung meletus
Sifat letusan gunung api terbagi menjadi dua, yaitu effusive (meletus secara perlahan) dan eksplosif (meleeetus secara meledak-ledak). Material-material yang dikeluarkan saat gunung meletus beruap abu, pasir,batuan,krikil kecil, cairan-cairan silikat, solfatar, asam arang, dan mofet. Tanda-tanda gunung meletus :
1.      Terjadi peningkatan suhu didaerah sekitar kawah
2.      Sumber-simber air yang kering
3.      Sering terjadi gempa vulkanik
4.      Sering terdengar suara gemuruh
5.      Turunnya binatang- binatang dari puncak didaerah kaki gunung
Kerusakan lingkungan yang tejadi :
1.      Timbul banyak korban
2.      Bertebaran debu-debu gunung api yang dapat membahayakan penerbangan udara
3.      Rusaknya lahan pertanian
4.      Rusaknya semua material
5.      Terbakarnya hutan
6.      Keringnya sumber-sumber air
7.      Rusaknya lingkungan sekitar
Cara   mengurangi resiko gunung api
1.      Memanfaat gunung api
2.      Tidak mengekploitasi gunung api
3.      Memahami bahaya letusan gunung api


F.   PENDEKATAN/STRTEGI/METODE PEMBELAJARAN
1.      Pendekatan  : Scientific
2.      Metode         : Diskusi dan eksperimen
3.      Model           : Cooperative learning

G. MEDIA, ALAT, DAN SUMBER PEMBELAJARAN
1.    Media
a.       Komputer
b.      LCD
2.    Alat dan Bahan
1)      Bola plastik
2)      Gunting
3)      Silet / cutter
4)      Jangka
5)      Kertas HVS
6)      Sterofoam
7)      Cat
8)      Lem
9)      Soda kue
10)  Asam cuka

3.    Sumber Pembelajaran
a.       Buku IPA SMP kelas VIII
b.      LKS pembuatan struktur lapisan bumi
c.       LKS penentuan lokasi gempa
d.      LKS Pembuatan simulasi gunung api.






dapat diterapkan pada
dibedakan menjadi
mempelajari
mempelajari

contoh
 

H.  KEGIATAN PEMBELAJARAN
1.    Pertemuan pertama (2 Jam Pelajaran)
Kegiatan
Langkah-langkah Model Cooperative Learning
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
·         Guru menyampaikan informasi dan tujuan tentang kegiatan yang akan dilakukan yaitu mengenai struktur bumi dan gempa bumi.
·         Guru memberi salah satu contoh bencana gempa bumi yang melanda Indonesia.
·         Guru mengajukan pertanyaan tentang
Dari contoh salah satu bencana gempa bumi tersebut, dapatkah menyebutkan contoh kejadian bencana gempa bumi yang lain di tanah air?



5 menit

Kegiatan Inti
Menyajikan informasi
·         Guru mengajukan pertanyaan tentang
Dilapisan bumi  manakah makhluk hidup tinggal ?
Apakah bumi berongga atau terdapat materi didalamnya?
·         Guru memberikan materi mengenai struktur lapisan bumi dan pengertian gempa bumi beserta jenis-jenis gempa bumi.


10 menit

Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.

·  Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok, masing- masing kelompok 6 orang dengan pembagian 3 kelompok mendapat LKS struktur bumi, 3 kelompok lainnya mendapat LKS penentuan titik lokasi gempa.
·  Diskusi kelompok untuk mengkaji LKS mengenai stuktur bumi dan penentuan lokasi gempa bumi.
·   Masing-masing kelompok nantinya akan di mempresentasikan hasil percobaan yang telah dilakukan


40 menit


Membimbing kelompok bekerja dan belajar
·  Siswa melakukan percobaan  pembuatan replika lapisan bumi  dengan kelompoknya sesuai dengan literatur dan LKS yang telah ada.
·  Siswa melakukan percobaan  penentuan lokasi gempa dengan kelompoknya  sesuai dengan LKS.
·  Siswa mengamati percobaan dan mencatat data pengamatan pada kolom yang tersedia pada LKS.
·  Siswa mendiskusikan data hasil percobaan bersama anggota kelompoknya.
·  Siswa membuat kesimpulan mengenai struktur lapisan bumi maupun pecobaan penentuan lokasi gempa.
·  Siswa membuat presentasi dari hasil percobaan yang telah dilakukan.


Evaluasi
·   Guru meminta setiap kelompok mempresentasikan serta menjelaskan hasil percobaannya di depan kelas.
·  Siswa mendiskusikan hasil percobaan yang dilakukan oleh kelompok lain (diskusi kelas).
·  Guru memberikan soal post tes dari materi seputar struktur bumi dan gempa bumi.

15 menit
Penutup
Memberikan penghargaan
· Siswa dan guru mereview hasil kegiatan pembelajaran .
· Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok yang berkinerja baik



10 menit

2.    Pertemuan kedua (2 Jam Pelajaran)
Kegiatan
Langkah-langkah Model Cooperative Learning
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
·  Guru menayakan kembali materi sebelumya mengenai struktur bumi dan gempa bumi.
Sebutkan apa saja struktur lapisan bumi !
Apakah pengertian gempa bumi dan sebutkan jenis gempa bumi!
Apakah yang dimaksud episentrum dan hiposentrum?
·  Guru menyanyakan apakah masih ada murid yang belum paham mengenai materi sebelumnya yakni struktur bumi dan gempa bumi.
·  Guru menyampaikan tujuan mempelajari gunung api dan tindakn yang diperlukan untuk mengurangi resiko bencana.
·  Guru menanyakan mengenai materi yang akan dipelajari pada pertemuan ini
Apakah yang dimaksud dengan gunung api?
Sebutkan gunung api yang ada di Indonesia!


 10 menit

Kegiatan Inti
Menyajikan informasi

·  Guru menyampaikan materi mengenai gunung api.
·  Guru menyampaikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan yaitu eksperimen letusan gunung api.
·  Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok.
5 menit

Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.

·  Siswa berdiskusi kelompok untuk mengkaji LKS
·  Siswa mengidentifikasi konsep yang harus diperoleh melalui percobaan simulasi letusan gunung api.
·  Siswa melakukan percobaan sesuai petunjuk dalam LKS.
·  Siswa mengamati percobaan dan mencatat data pengamatan pada kolom yang tersedia pada LKS.
·  Siswa mendiskusikan hasil percobaan yang telah dilakukan.
·  Siswa mendiskusikan reaksi apa yang terjadi pada simulasi gunung api tersebut.


35 menit






Membimbing kelompok bekerja dan belajar
·  Siswa mengolah dan menganalisis data percobaan simulasi letusan gunung api berdasarkan kejadian sesungguhnya.
·  Siswa berdiskusi mengenai tindakan yang diperlukan untuk mengurangi resiko bencana.
·  Siswa berdiskusi untuk menjawab pertanyaan yang ada pada LKS.
15 menit

Evaluasi
·  Setiap kelompok  mempresentasikan hasil percobaan yang telah dilakukan.
· Setiap Siswa membuat kesimpulan tentang simulasi gunung berapi dan kaitannya dengan kehidupan nyata.
· Siswa dan guru mereview hasil kegiatan pembelajaran
15 menit
Penutup


Memberikan penghargaan


·      Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok yang berkinerja baik
· Siswa menjawab kuis tentang gunung api dan tindakan yang diperlukan untuk mengurangi resiko bencana.
· Guru memberikan evaluasi mengenai stuktur bumi, gempa bumi , dan gunung api .

10 menit



I.     PENILAIAN
1.      Metode dan bentuk instrument
Metode
Bentuk instrument
Non tes (Observasi Sikap)
Lembar pengamatan sikap dan rubrik
Tes unjuk kerja
Lembar penilaian saat melakukan percobaan pembuatan replika struktur bumi, penentuan titik gempa, dan simulasi letusan gunung api beserta rubrik
Lembar Kerja Siswa (LKS)
Tes pengetahuan
Lembar soal pengetahuan berupa post test dan lembar soal evaluasi

a.       Lembar pengamatan sikap
· Sikap spiritual
a.    Teknik Penilaian: observasi
b.    Bentuk Instrumen: Lembar observasi

Penilaian Sikap Spiritual
Instrumen Penilaian Diri: Digunakan untuk menilai sikap spiritual peserta didik, dalam hal mengagumi lingkungan bumi dan  seisinya sebagai ciptaan Tuhan merupakan wujud  pengamalan agama yang dianutnya

Petunjuk: Penilaian dilakukan ketika siswa sedang melakukan percobaan yaitu bagaimana siswa  mengagumi lingkungan pegunungan dan lingkungan sekitar sebagai ciptaan Tuhan dan sebagai wujud  pengamalan agama yang Anda anut.
·      Sikap sosial
a.         Teknik Penilaian: Observasi
b.        Bentuk Instrumen: lembar pengamatan

1)      Pengamatan perilaku ilmiah
No
Aspek yang dinilai
3
2
1
Keterangan
1.
Mengagumi bumi sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa




2.
Rasa ingin tahu (curiosity)




3
Ketelitian dan kehati-hatian dalam melakukan percobaan




4
Ketekunan dan tanggung jawab dalam belajar dan bekerja baik secara individu maupun berkelompok




5
Keterampilan berkomunikasi




6
Kemampuan bekerjasama dengan kelompok.





Rubrik penilaian perilaku
No
Aspek yang dinilai
Rubrik
1.
Mengagumi bumi sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
3: Menunjukkan kekaguman dan rasa syukur terhadap bumi sebagai tempat hidup manusia dan makhluk hidup dan meningkatkan iman sesuai agama yang dianut, memiliki sifat merawat lingkungan sebagai wujud rasa syukur.
2: Belum menunjukkan kekaguman dan rasa syukur terhadap bumi sebagai tempat hidup manusia dan makhluk hidup namun tertarik mempelajari fenomena alam tersebut dan meningkatkan iman sesuai agama yang dianut, kurang memiliki sifat merawat lingkungan sebagai wujud rasa syukur.
1: Belum menunjukkan ekspresi kekaguman, atau menaruh minat terhadap fenomena alam di bumi, tidak memiliki kepedulian merawat lingkungan sebagai wujud rasa syukur
2.
Menunjukkan rasa ingin tahu

3: Menunjukkan rasa ingin tahu  dengan (banyak bertanya, membuat variasi percobaan, dll) yang besar, antusias, aktif dalam kegiatan kelompok
2: Menunjukkan rasa ingin tahu, namun tidak terlalu antusias, dan baru terlibat aktif dalam kegiatan kelompok ketika disuruh
1: Tidak menunjukkan antusias dalam pengamatan, sulit terlibat aktif dalam kegiatan kelompok walaupun telah didorong untuk terlibat
3.
Ketelitian dan kehati-hatian
3: Mengamati  hasil percobaan sesuai prosedur, hati-hati dalam melakukan percobaan
2: Mengamati  hasil percobaan sesuai prosedur, kurang hati-hati dalam melakukan percobaan
1: Mengamati  hasil percobaan tidak sesuai prosedur, kurang hati-hati dalam melakukan percobaan
4.
Ketekunan dan tanggung jawab dalam belajar dan bekerja baik secara individu maupun kelompok
3: Tekun dalam menyelesaikan tugas dengan hasil terbaik yang bias dilakukan, berupaya tepat waktu
2: Berupaya tepat waktu, tekun dalam menyelesaikan tugas, namun belum menunjukkan upaya terbaikya
1: Tidak berupaya sungguh-sungguh dalam menyelasikan tugas dan tugasnya tidak selesai
5.
Berkomunikasi
3: Aktif dalam tanya jawab, dapat mengemukaan gagasan atau ide, menghargai pendapat siswa lain
2: Aktif dalam tanya jawab, tidak ikut mengemukaan gagasan atau ide, menghargai pendapat siswa lain
1: Tidak aktif dalam tanya jawab, tidak ikut mengemukaan gagasan atau ide, kurang menghargai pendapat siswa lain
6.
Kemampuan bekerjasama dengan kelompok.
3: Berperan aktif dalam melakukan setiap kegiatan percobaan, memiliki rasa peduli dengan teman satu kelompok bahwa mereka adalah 1 team.
2: Berperan kurang aktif dalam melakukan setiap kegiatan percobaan, melakukan pekerjaan jika disuruh oleh teman satu kelompok, kurang memiliki rasa peduli dengan teman satu kelompok
1: Berperan pasif dalam melakukan setiap kegiatan percobaan, tidak memiliki rasa peduli dengan teman satu kelompok dan tidak ikut bekerja saat percobaan

b.      Lembar pengamatan ketrampilan
No
Aspek yang dinilai
3
2
1
Keterangan
1
Merangkai alat sesuai petunjuk LKS




2
Mempresentasikan hasil percobaan yang telah dilakukan




3
Kelengkapan mengisi lembar LKS





Rubrik Penilaian Keterampilan
1)      Lembar Penilaian dan rubrik Keterampilan Praktikum
No
Keterampilan yang dinilai
Skor
Rubrik
1.
Merangkai alat sesuai petunjuk LKS
3
Penyusunan alat dan bahan sesuai dengan petunjuk, hasilnya benar.
2
Penyusunan alat dan bahan sesuai dengan petunjuk, hasilnya kurang tepat.
1
Tidak mampu menyusun percobaan sesuai petunjuk dan hasil tidak tepat.
2.
Mempresentasikan hasil percobaan yang telah dilakukan
3
Mampu menjelaskan tujuan percobaan dan hasil percobaan yang telah dibuat didepan kelas, menguasai materi yang dipresentasikan, dapat menjawab pertanyaan dengan tepat, penampilan penuh percaya diri, dan diskusi berjalan lancar.
2
Mampu menjelaskan tujuan percobaan dan hasil percobaan yang telah dibuat didepan kelas, kurang menguasai materi yang dipresentasikan, dapat menjawab pertanyaan namun kurang tepat, penampilan kurang percaya diri.
1
Tidak mampu menjelaskan tujuan percobaan dan hasil percobaan yang telah dibuat didepan kelas,tidak menguasai materi yang dipresentasikan, tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat, penampilan kurang percaya diri, diskusi tidak berjalan.
3.
Kelengkapan mengisi lembar LKS
3
Melakukan petunjuk sesuai LKS dengan tepat, dapat menjawab semua pertanyaan LKS dengan benar, dapat menyampaikan kesimpulan dengan tepat.
2
Melakukan petunjuk sesuai LKS tetapi kurang tepat, dapat menjawab beberapa pertanyaan LKS dengan benar, dapat menyampaikan kesimpulan namun kurang tepat.
1
Tidak melakukan petunjuk sesuai LKS, tidak menjawab  pertanyaan LKS dengan benar, hasil kesimpulan kurang tepat.

2)      Lembar penilaian dan rubrik mengomunikasikan hasil penyelidikan
No.
Aspek yang dinilai
3
2
1
Keterangan
1.
Penguasaan konsep sains yang disampaikan




2.
Penampilan




3.
Tampilan presentasi





Rubrik penilaian mengomunikasikan hasil penyelidikan
No
Keterampilan yang dinilai
Skor
Rubrik
1.
Penguasaan konsep sains yang disampaikan
3
Menguasai konsep IPA dengan sangat baik, istilah-istilah yang digunakan benar
2
Menguasai konsep IPA dengan baik, istilah-istilah yang digunakan benar,
1
Kurang menguasai konsep IPA, istilah-istilah yang digunakan kurang tepat
2.
Penampilan
3
Penyampaian mudah dipahami, sangat komunikatif dengan audiens, memberi kesempatan audiens untuk berpikir
2
Penyampaian mudah dipahami, komunikatif dengan audiens, kurang memberi kesempatan audiens untuk berpikir
1
Penyampaian tidak mudah dipahami, kurang komunikatif dengan audiens, kurang  memberi kesempatan audiens untuk berpikir
3.
Tampilan presentasi
3
Tayangan/ tampilan sangat menarik dan sesuai dengan materi
2
Tayangan/ tampilan menarik, kurang sesuai dengan materi
1
Tayangan/ tampilan kurang menarik, kurang sesuai dengan materi

c.       Lembar penilaian LKS
No
Aspek yang dinilai
3
2
1
Keterangan
1
LKS percobaan replika struktur bumi




2
LKS percobaan penentuan titik gempa




3
LKS percobaan simulasi letusan gunung api




1)      Lembar Penilaian rubrik LKS
No
Keterampilan yang dinilai
Skor
Rubrik
1.
LKS percobaan replika struktur bumi
3
Menyelesaikan semua pertanyaan LKS dengan benar, hasil replika struktur bumi menarik dan sesuai dengan aslinya, rapi, bersih,
2
Hanya dapat menyelesaikan beberapa pertanyaan LKS dengan benar, hasil replika struktur bumi menarik namun kurang sesuai dengan aslinya, kurang rapi dan bersih.
1
Tidak dapat menyelesaikan pertanyaan LKS dengan benar, hasil replika struktur bumi kurang baik dan tidak sesuai dengan aslinya, tidak rapi, dan kurang bersih.
2.
LKS percobaan penentuan titik gempa
3
Hasil percobaan sesuai petunjuk, dapat menjelaskan mengenai titik episentrum, dapat menjawab semua pertanyaan dengan benar, produk yang dihasilkan sudah benar, rapi, dan bersih.
2
Hasil percobaan sesuai petunjuk, dapat menjelaskan mengenai titik episentrum namun kurang tepat, dapat menjawab beberapa pertanyaan dengan benar, produk yang dihasilkan kurang sesuai dengan petunjuk, hasil percobaan kurang rapi dan bersih.
1
Hasil percobaan tidak sesuai petunjuk, tidak dapat menjelaskan mengenai titik episentrum, tidak dapat menjawab semua pertanyaan dengan benar, produk yang dihasilkan sangat berbeda dengan petunjuk.
3.
LKS percobaan simulasi letusan gunung api
3
Produk yang dihasilkan sesuai petunjuk dan benar , dapat menjawab semua pertanyaan dengan benar, terampil melakukan simulasi gunung meletus dengan benar, dapat mengaitkan simulasi gunung api dengan kehidupan nyata, dapat menyampaikan tujuan percobaan dengan benar.
2
Produk yang dihasilkan kurang sesuai petunjuk, dapat menjawab beberapa pertanyaan dengan benar, dapat melakukan simulasi gunung meletus namun kurang tepat, dapat mengaitkan simulasi gunung api dengan kehidupan nyata, dapat menyampaikan tujuan percobaan dengan benar.
1
Produk yang dihasilkan tidak sesuai petunjuk, tidak ada pertanyaan yang dijawab dengan benar, tidak dapat melakukan simulasi gunung meletus dengan benar, tidak dapat mengaitkan simulasi gunung api dengan kehidupan nyata, dapat menyampaikan tujuan percobaan namun kurang tepat.



e.       Pengetahuan
                                   a.            Teknik Penilaian: tes tertulis
                                   b.            Bentuk Instrumen: soal uraian (post test)
                                   c.            Kisi-kisi:

No.
Indikator
Butir Instrumen
  1.  
Menyebutkan dan menjelaskan  struktur lapisan bumi
Soal tes tulis nomor 1
  1.  
Menjelaskan pada lapisan mana makhluk hidup dibumi tinggal
Soal tes tulis nomor 2
  1.  
Menjelaskan penyebab gempa bumi
Soal tes tulis nomor 3
  1.  
Menyebutkan serta menjelaskan jenis-jenis gempa bumi berdasarkan faktor penyebabnya
Soal tes tulis nomor 4
  1.  
Menjelaskan cara menanggulangi tindakan yang diperlukan untuk mengurangi resiko bencana
Soal tes tulis nomor 5

Tes Tulis:  Digunakan untuk menilai pengetahuan peserta didik dalam memahami struktur bumi serta bencana alam yang terjadi.
Soal post test
Petunjuk:
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan benar!
1.         Sebut dan jelaskan struktur lapisan bumi !
2.         Pada lapisan manakah mahkluk hidup dibumi tinggal? Kemukakan alasan anda!
3.         Jelaskan apa yang menyebabkan terjadinya gempa bumi!
4.         Sebut dan jelaskan jenis-jenis gempa bumi berdasarkan sebab terjadinya!
5.         Terjadinya bencana alam di tanah air menyebabkan duka mendalam bagi korbannya, bagaimana cara kita untuk menangulangi bencana alam tersebut?
Rubrik Penilaian:
No.
Jawaban
Skor Maksimal
1
1.         Kerak bumi 
Kerak bumi merupakan bagian terluar (permukaan bumi). Lapisan ini sebagai tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup.
2.         Selimut atau selubung (mantel )
Selimut atau selubung (mantel) merupakan lapisan yang terletak dibawah lapisan kerak bumi.
3.         Inti bumi (core)
Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisa inti luar tebalnya 2.000 km dan inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola.
5
2
Makhluk bumi tinggal di lapisan bumi paling luar yakni lapisan kerak bumi. Lapisan ini sebagai tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup, karena di lapisan kerak bumi terdapat unsur yang membantu kehidupan makhluk hidup yakni air, sumber daya alam, yang dapat memenuhi kehidupan makhluk hidup serta suhu lingkungan yang cocok ditinggali makhluk hidup.
4
3
Penyebab terjadinya gempa bumi karena sentakan asli yang bersumber dari dalam bumi merambat melalui permukaan lalu menerobos permukaan kulit bumi karena keseimbangan yang terganggu.
2
4
Berdasarkan faktor penyebabnya, gempa dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
·       Gempa tektonik  yaitu getaran gempa yang diakibatkan proses tektonik baik lipatan atau patahan muka Bumi sehingga mengakibatkan pergeseran (dislokasi) lapisan-lapisan batuan pembentuk litosfer.
·       Gempa vulkanik, yaitu getaran gempa yang menyertai aktivitas gunung api, baik sebelum maupun pada saat terjadi erupsi.
·       Gempa terban (runtuhan), yaitu gempa yang terjadi akibat runtuhnya massa batuan mengisi ruang yang kosong dalam litosfer. Gempa ini sering terjadi akibat ambruknya gua-gua kapur atau terowongan pertambangan bawah tanah
5
5.
cara menanggulangi tindakan yang diperlukan untuk mengurangi resiko bencana:
·      Mengenal daerah rawan gempa dan mengamati perilaku hewan
·      Memahami tindakan-tindakan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi
·      Penyelamatan dan pemulihan
·      Melakukan evakuasi dan mendirikan tenda-tenda pengungsian bagi korban
·      Menyediakan bantuan medis, MCK, air, makanan, dan minuman serta pendidikan darurat
·      Melakukan pemulihan psikologis pada korban
·      Memperbaiki dan membangun kembali gedung, sarana, dan fasilitas lainnya.
4

Total skor maksimal
20

Kriteria penilaian
Skor yang diperoleh
Skor maksimum
Skor yang diperoleh
20
 

Nilai =                                       x 100 =                                     x 100



Instrumen soal evaluasi

Petunjuk : Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dan benar dengan memberikan tanda silang pada lembar jawaban !
1.     Dibawah ini merupakan susunan struktur lapisan bumi yang benar adalah...
a.     Kerak bumi, core, dan inti bumi
b.    Kerak samudra , kerak benua, dan inti bumi
c.     Lapisan luar bumi, Kerak bumi, dan inti bumi
d.    Kerak bumi, mantel bumi, dan inti bumi

2.    Pada lapisan manakah makhluk hidup tinggal dibumi?
a.     Kerak bumi
b.    Inti bumi
c.     Mantel bumi
d.    Atmosfer
3.    Gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas gunung api disebut...
a.    Gempa bumi runtuhan
b.    Gempa bumi vulkanik
c.    Gempa bumi tektonik
d.   Gempa bumi terban
4.    Pergerakan antar lempeng ini menimbulkan empat busur gunung api berbeda, antara lain...
a.    Pemekaran kerak benua, , kerak benua menjauh satu sama lain, tumbukan antar kerak, dan Penebalan kerak samudera
b.    Penyempitan kerak benua, tumbukan antar kerak, kerak benua menjauh satu sama lain, dan Penipisan kerak samudera
c.    Pemekaran kerak benua, tumbukan antar kerak, kerak benua menjauh satu sama lain, dan Penipisan kerak samudera
d.   Pemekaran kerak benua, tumbukan antar samudra, kerak benua menjauh satu sama lain, dan Penipisan kerak samudera
5.    Upaya Pengurangan Bencana Gempa Bumi adalah ….
a.    Membangun bangunan didekat daerah mudah terkene bencana
b.    Perkuatan bangunan dengan mengikuti standar kualitas bangunan
c.    Pembangunan fasilitas umum dengan standar kualitas rendah.
d.   Membangun bangunan seadanya
Kunci jawaban soal pilihan ganda
No
Jawaban
Skor
1
D
1
2
A
1
3
B
1
4
C
1
5
B
1
Jumlah skor
5

Petunjuk : Jodohkan pernyataan dibawah ini dengan jawaban yang telah disediakan  !
No.
Pernyataan
Jawaban
1.
Bagian terluar (permukaan bumi) dengan tebal lapisan mencapai 70 km 
A. Core
B.Pemekaran kerak benua
C.Gempa bumi terban
D. Kerak bumi
E.Penipisan kerak samudera
F. Hiposentrum
2.
Lapisan yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi dan nikel  pada kedalaman 2900-5200 km
3.
Gempa yang terjadi akibat runtuhnya massa batuan mengisi ruang yang kosong dalam litosfer
4.
Titik atau garis dalam litosfer yang menjadi tempat terjadinya gempa
5.
Lempeng bergerak saling menjauh, maka magma bergerak ke permukaan, kemudian membentuk busur gunung api tengah samudera


Kunci jawaban
No
Jawaban
Skor
1
D
1
2
A
1
3
C
1
4
F
1
5
B
1
Jumlah skor
5

Petunjuk : Isilah pertanyaan ini dengan jawaban yang benar dan tepat !
1.    Dari gambar dibawah ini sebut dan jelaskan bagian-bagian struktur lapisan bumi!






2.    Apa yang menyebabkan munculnya gunung api ?
3.    Apa yang menyebabkan terjadinya gempa bumi ?
4.    Sebutkan jenis gempa bumi menurut faktor penyebabnya!
5.    Sebut dan jelaskan pergerakan antar lempeng yang menimbulkan empat busur gunung api berbeda!
No.
Jawaban
Skor Maksimal
1
·      Kerak bumi 
Kerak bumi merupakan bagian terluar (permukaan bumi). Lapisan ini sebagai tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup.
·      Selimut atau selubung (mantel )
Selimut atau selubung (mantel) merupakan lapisan yang terletak dibawah lapisan kerak bumi.
·      Inti bumi (core)
Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisa inti luar tebalnya 2.000 km dan inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola.
5
2
Gunung api terbentuk akibat adanya pergerakan lempeng yang terus menekan sejak jutaan tahun lalu hingga sekarang.
2
3
Penyebab terjadinya gempa bumi karena sentakan asli yang bersumber dari dalam bumi merambat melalui permukaan lalu menerobos permukaan kulit bumi karena keseimbangan yang terganggu.
3
4
Berdasarkan faktor penyebabnya, gempa dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
·       Gempa tektonik  yaitu getaran gempa yang diakibatkan proses tektonik baik lipatan atau patahan muka Bumi sehingga mengakibatkan pergeseran (dislokasi) lapisan-lapisan batuan pembentuk litosfer.
·       Gempa vulkanik, yaitu getaran gempa yang menyertai aktivitas gunung api, baik sebelum maupun pada saat terjadi erupsi.
·       Gempa terban (runtuhan), yaitu gempa yang terjadi akibat runtuhnya massa batuan mengisi ruang yang kosong dalam litosfer. Gempa ini sering terjadi akibat ambruknya gua-gua kapur atau terowongan pertambangan bawah tanah
5
5.
Pergerakan antar lempeng yang menimbulkan empat busur gunung api berbeda:
1. Pemekaran kerak benua, lempeng bergerak saling menjauh sehingga memberikan kesempatan magma bergerak ke permukaan, kemudian membentuk busur gunungapi tengah samudera.
2. Tumbukan antar kerak, dimana kerak samudera menunjam di bawah kerak benua. Akibat gesekan antar kerak tersebut terjadi peleburan batuan dan lelehan batuan ini bergerak ke permukaan melalui rekahan kemudian membentuk busur gunungapi di tepi benua.
3. Kerak benua menjauh satu sama lain secara horizontal, sehingga menimbulkan rekahan atau patahan. Patahan atau rekahan tersebut menjadi jalan ke permukaan lelehan batuan atau magma sehingga membentuk busur gunungapi tengah benua atau banjir lava sepanjang rekahan.
4. Penipisan kerak samudera akibat pergerakan lempeng memberikan kesempatan bagi magma menerobos ke dasar samudera, terobosan magma ini merupakan banjir lava yang membentuk deretan gunungapi perisai.
5

Total skor maksimal
20

Kriteria penilaian
Skor yang diperoleh
Skor maksimum
Skor yang diperoleh
30
 

Nilai =                                       x 100 =                                     x 100


















J.    INSTRUMEN SOAL PENGETAHUAN
1.      Lembar Kerja Siswa Kegiatan 1
Tujuan :
Kegiatan ini bertujuan untuk menentukan serta membuat replika struktur lapisan bumi.
Alat dan Bahan :
·         Bola plastik
·         Silet / cutter
·         Paku
·         Palu
·         sterofoam
·         Cat
·         Papan kayu
·         Gagang kayu bekas sapu
Langkah Kerja :
1.      Hilangkan seperempat bagian bola plastik sehingga bola plastik tinggal tiga perempat bagian.
2.      Isilah bagian yang kosong pada bola tersebut dengan sterofom
3.      Bentuk dalam bola seolah-olah seperti struktur lapisan bumi.
4.      Berilah cat pada sterofom yang ada didalam bola plastik (beri pewarnaan berbeda setiap lapisan struktur bumi).
5.      Pasang gagang kayu bekas sapu untuk menyangga bola plastik.
6.      Pakulah papan kayu dengan gagang sapu agar replika struktur lapisan bumi dapat berdiri.
7.      Gambarkan replika struktur bumi hasil percobaan yang telah dibuat kedalam tabel hasil pengamatan.
8.      Sebutkan apa saja struktur lapisan bumi yang ada pada hasil percobaan dan beri keterangan!





Tabel Pengamatan 1
Gambar pengamatan
Keterangan



9.      Buatlah kesimpulan dari data atau hasil percobaan di atas.
Pertanyaan :
1.      Sebutkan bagian-bagian dari struktur bumi beserta penjelasannya!
2.      Pada lapisan manakah semua mahluk hidup di bumi tinggal dan Apa yang menyebabkan makhluk hidup di bumi tinggal pada lapisan bumi tersebut?
3.      Apakah didalam inti bumi (core) terdapat kehidupan?
4.       Apa yang menyebabkan bumi berlapis ?













2.      Lembar Kerja Siswa Kegiatan 2
Tujuan :
 Untuk menemukan episentrum suatu gempa bumi
Alat dan bahan: 
·         Jangka sorong
·         Kertas hvs
·         Penggaris
·         spidol
Langkah kerja: 
1). Lipatlah kertas hvs menjadi 4 bagian yang sama besar
2). Tentukan titik a pada salah satu  bagian kertas, setelah kertas dibagi menjadi 4 bagian.
3). Tandai stasiun A, B, C padakertas. Mulailah dengan menandai sebuah titik 2,5 cm diatas titik tengah kertas. Ini adalah stasiun A. Gambar B dan C menggunakan a sebagai petunjuk, dengan peta dibawah ini.
4). Para ilmuan mengetahui berapa cepat gelombang P dan S berjalan dengan menghitung jarak episentrum gempa dengan mengukur perbedaan waktu datangnya gelombang P dan S pada stasiun mereka. Gunakan tabel berikut ini untuk mencatat jarak episentrum dari setiap stasiun.
Distance to epicenter (in km)
Different in arrival waves P – and S-waves (in sec)
200
40
300
60
400
80
500
100
600
120
5). Konversikan setiap satuan jarak dengan cm, sehingga data dapat digunakan pada peta. Gunakan skala 1 cm =100 km. Data ini akan menjadi nilai radius setiap lingkaran pada langkah 6.
6). Pada peta, buatlah sebuah lingkaran sekeliling stasiun A, seperti gambar dibawah ini.
7). Ulangi langkah 6 dengan dua stasiun lainnya
8). Lokasi episentrum gempa bumi X adalah titik dimana tiga lingkaran berpotongan. Tandai titik itu dengan X (titik episentrum).
9). Gambarkan serta hitung jarak episentrum gempa dibawah ini:
No
Perbedaan waktu
A (S)
B (S)
C (S)
1.
60
100
80
2.
80
80
100
3.
120
60
60
4.
100
120
80
5.
100
40
60
( Ingat jarak diubah ke skala cm , 1 cm = 100 km)
10). Penetuan jarak epientrim dengan menghubungkan garis X hasil perpotongan 3 lingkaran ke stasiun A,B, dan C membentuk segitiga, dan sisi miring sebagai jarak episentum dapat dicari menggunakan rumus pytagoras.
11). Tentukan apakah setiap data diatas terdapat lingkaran yang berpotogan ketiganya?
12 ). Tuliskan hasil percobaan diatas pada tabel dibawah ini
No
Radius A (Cm)
Radius B (Cm)
Radius C (Cm)
Jarak episentrum (cm)
1.




2.




3.




4.




5.





13). Dari hasil percobaan diatas, maka apa pengertian episentrum dan hiposentrum? Dapatkah semua jenis gempa menggunakan metode perhitungan seperti ini?
14). Jelaskan dari setiap data yang diperoleh pada percobaan diatas!
15). Buatlah kesimpulan dari data atau hasil percobaan untuk setiap kejadian gempa diatas!









3.      Lembar Kerja Siswa Kegiatan 3
Tujuan :
Untuk mengetahui dan membuat simulasi letusan gunung api.
Alat dan bahan:
      Pasir secukupnya
      1 botol cuka
      Soda kue
      Kain
Langkah kerja:
1.      Berilah  pewarna pada cuka dengan warna merah.
2.      Letakkan  botol asam cuka dengan posisi tutup telah terbuka.
3.      Tutupi botol asam cuka tersebut dengan gundukan pasir, dengan bagian tutup botol tidak terkena pasir.
4.      Buatlah gundukan pasir tersebut menyerupai bentuk gunung berapi. Seperti gambar dibawah ini
5.      Bungkus bubuk soda kue ke dalam kain.
6.      Mulailah simulasi letusan gunung api dengan memasukkan soda kue yang telah dibungkus kain kedalam botol cuka.
7.      Amati apa yang terjadi setelah soda kue dimasukkan kedalam botol cuka!
8.      Tuliskan hasil percobaan yang telah dilakukan kedalam tabel pengamatan tersebut

No
Waktu pengamatan
Hasil pengamatan
Kaitannya dalam kejadian sesungguhnya
1.
Sebelum soda kue dimasukkan kedalam botol cuka


2.
Saat soda kue dimasukkan kedalam botol cuka


3.
Setelah soda kue dimasukkan kedalam botol cuka



9.      Dari hasil percobaan diatas, reaksi apakah yang menyebabkan asam cuka dapat bereaksi dengan soda kue?
10.    Sebutkan apa saja dampak positif dan dampak negatif letusan gunung api dalam kehidupan!
11.   Apakah yang harus dilakukan untuk mengurangi resiko bencana?
12.  Buatlah kesimpulan dari kegiatan ini!











0 komentar:

Posting Komentar