Sabtu, 12 April 2014


ASAM, BASA, DAN GARAM
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunkan bahan-bahan yang besifat asam, basa maupun garam. Misalnya pada saat kita membuat rujak biasanya menggunakan asam jawa atau cuka sebagai bahannya agar rasanya masam. Asam jawa dan cuka merupakan contoh asam dalam kehidupan sehari-hari yang sering dijumpai.

Kita juga tidak asing dengan sabun, deterjen dan shampo, yang sering kita gunakan sebagai bahan pembersih. Sabun, deterjen dan shampo merupakan salah satu contoh basa dalam kehidupan sehari-hari. Contoh garam adalah garam meja atau garam dapur yang sering digunakan untuk campuran masakan sebagai penyedap. Selain digunakan sebagai bahan penyedap, garam juga bisa digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Bagaimanakah sifat-sifat dari asam, basa dan garam?

Asam
Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Tentunya Anda sudah tahu bagaimana rasa cuka tersebut. Selain cuka, buah-buahan yang masih muda pada umumnya berasa masam. Sebenarnya rasa masam dalam buah-buahan tersebut disebabkan karena zat kimia yang terkandung di dalamnya yang biasa disebut asam.

contoh zat asam
Contoh buah yang mengandung asam. Sumber gambar:  Winarsih, et al., 2008.
Istilah asam dalam ilmu kimia adalah zat yang dapat menghasilkan ion hidrogen (H+) ketika dilarutkan ke dalam air. Asam akan terionisasi menjadi ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif. Beberapa asam yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti ditunjukkan dalam tabel berikut ini.

tabel senyawa asam
Sumber Tabel:  Winarsih, et al., 2008
Sifat khas lain dari asam adalah dapat bereaksi dengan logam-logam, marmer dan berbagai bahan lain. Logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk besi (II) klorida (FeCl2) dan gas hydrogen (H2), berikut rumus reaksi kimianya:
2HCl + Fe  FeCl2 + H2
Sifat ini dapat menjelaskan mengapa asam bersifat korosif terhadap sebagian besar logam

Basa
Basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Istilah basa dalam ilmu kimia adalah zat yang dapat menghasilkan ion hidroksida negatif (OH–) ketika dilarutkan ke dalam larutan air.

contoh zat basa dalam kehidupan sehari-hari
Contoh benda yang mengandung basa dalam kehidupan sehari-hari. Sumber gambar: dikabiounesa.blogspot.com
Basa dalam kehidupan sehari-hari mudah ditemukan dalam bentuk padat ataupun cairan, seperti kapur tulis, abu, sabun, larutan kapur, detergen, daun sirih, dan lain-lain. Basa terasa pahit dan licin seperti sabun sehingga bersifat kaustik. Beberapa basa yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti ditunjukkan dalam tabel berikut ini.
tabel senyawa basa
Sumber tabel:  Winarsih, et al., 2008

Tentunya Anda sekarang sudah tahu kenapa pada zaman dahulu (sebelum adanya pasta gigi) orang-orang kalau membersihkan giginya menggunakan abu yang dikenal dengan nama "abu gosok"?


Garam
Garam dalama bahasa Inggrisnya "salt", merupakan hasil reaksi antara asam dengan basa. Apa maksudnya? Pada reaksi kimia, apabila asam direaksikan dengan basa akan menghasilkan garam dan air, reaksi ini disebut reaksi penggaraman.
Sumber gambar:  perikanan.dharmawangsa.ac.id dan 
omahtani.wordpress.com
Beberapa basa yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti ditunjukkan dalam tabel berikut ini.

tabel senyawa garam
Sumber tabel:  Winarsih, et al., 2008
Umumnya zat-zat dengan sifat yang berlawanan, seperti asam dam basa cenderung bereaksi satu sama lain. Jadi reaksi asam dengan basa disebut juga penggaraman, karena:
 Reaksi penggaraman

Persamaan berikut menunjukkan apa yang terjadi pada semua ion-ion selama terjadi reaksi penetralan. Reaksi penetralan berguna bagi manusia, antara lain:
  • Produksi asam lambung (HCl) yang berlebihan dapat dinetralkan dengan menggunakan senyawa basa Mg(OH)2, sehingga pada saat orang mengalami sakit maag maka orang tersebut mencari aspirin untuk menghilangkan sakit maag. Sakit maag terjadi akibat produksi asam lambung yang berlebihan (HCl).
  • Para petani menggunakan reaksi penetralan agar tanah yang terlalu asam dan tidak baik bagi tanaman dapat menjadi netral dengan menambahkan senyawa basa Ca(OH)2 atau air kapur. Ketika sawah akan ditanami palawija biasanya ditaburi dulu dengan kapur dengan maksud tanah yang terlalu asam akan menjadi netral karena bereaksi dengan kapur, kapur bersifat basa. Diharapkan keasaman tanah berkurang.
  • Pasta gigi mengandung basa berfungsi untuk menetralkan mulut kita dari asam, yang dapat merusak gigi dan menimbulkan bau mulut. Asam pada mulut terjadi akibat kita makan sayuran (asam askorbat) dan produksi asam lambung (asam klorida).
  • Menghilangkanbau amis pada ikan dengan cara menambahkan cuka.

0 komentar:

Posting Komentar